
Kinerja layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar mengalami lonjakan yang signifikan, mencerminkan perubahan positif dalam sektor logistik di Batam. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatatkan sebanyak 106 kunjungan kapal, meningkat 212% dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 34 call. Hal ini menjadi sinyal bahwa pelabuhan Batam semakin kuat dalam mendukung arus perdagangan internasional.
Peningkatan Volume Peti Kemas
Dalam hal volume peti kemas, TPK Batu Ampar juga mencatatkan angka yang menggembirakan. Volume peti kemas mencapai 58.237 TEUs, mengalami peningkatan sebesar 125% dari 25.904 TEUs pada periode yang sama tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa pelabuhan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat dalam menghadapi tantangan global.
Peningkatan yang signifikan dalam jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas direct call ini menjadi indikator penting yang menunjukkan daya saing pelabuhan Batam. Dengan demikian, TPK Batu Ampar tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan lokal, tetapi juga sebagai gerbang logistik internasional yang strategis.
Kedudukan Batam dalam Jaringan Logistik Regional
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menekankan bahwa perkembangan ini menegaskan posisi Batam dalam jaringan logistik regional, terutama dalam jalur perdagangan internasional di Selat Malaka. Dalam konteks ini, TPK Batu Ampar memainkan peran krusial dalam memperkuat konektivitas antara pasar lokal dan global.
“Kami kini memiliki jaringan direct call internasional yang menjangkau minimal tujuh negara utama di Asia. Konektivitas ini krusial untuk memperlancar rantai pasok dan memperkuat Batam sebagai pusat logistik yang terintegrasi dengan pasar global,” jelas Denny, didampingi oleh Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni.
Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Layanan
Denny juga menegaskan komitmen BP Batam untuk terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan. Ini akan dilakukan melalui pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan penyedia layanan pelayaran internasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membuka peluang untuk rute-rute baru yang akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional.
“Kami berencana untuk terus memperkuat konektivitas internasional melalui peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi layanan, dan perluasan kerja sama dengan pelayaran global. Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut dalam direct call, TPK Batu Ampar semakin menunjukkan fungsinya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis,” ungkap Denny.
Peningkatan Kepercayaan Pelayanan
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dari pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas yang disediakan di TPK Batu Ampar. Ini merupakan langkah positif yang sangat penting bagi pengembangan pelabuhan ke depannya.
“Frekuensi layanan yang meningkat serta volume peti kemas direct call menjadi tanda bahwa upaya kami dalam meningkatkan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan berjalan pada jalur yang benar,” ucap Benny.
Berkembangnya Jaringan Layanan
Dalam periode Januari hingga Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar telah berkembang pesat. Sebelumnya, hanya dilayani oleh dua penyedia layanan, kini terdapat tambahan dari Samudera dan COSCO Shipping. Ini menunjukkan bahwa jaringan layanan semakin kuat, memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku usaha.
- SITC: 55 call dengan volume 32.266 TEUs
- Evergreen: 30 call dengan volume 14.792 TEUs
- Samudera: 11 call dengan volume 7.103 TEUs
- COSCO Shipping: 10 call dengan volume 4.077 TEUs
Benny mengungkapkan bahwa kehadiran layanan baru ini tidak hanya memperluas pilihan konektivitas bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan efisiensi yang lebih baik dalam distribusi barang, baik ekspor maupun impor. Hal ini adalah langkah maju yang sangat bermanfaat bagi sektor industri di Batam.
Manfaat bagi Dunia Usaha
Dengan semakin banyaknya pelayaran yang membuka layanan direct call ke TPK Batu Ampar, manfaat yang dirasakan oleh pelaku usaha juga semakin nyata. Waktu pengiriman yang lebih singkat, kepastian jadwal yang lebih baik, serta biaya logistik yang lebih rendah menjadi beberapa keuntungan utama yang diperoleh.
“Pertumbuhan ini tentunya akan mendukung daya saing industri dan investasi di Kota Batam, sesuai dengan komitmen BP Batam untuk meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas,” tambah Benny.
Konektivitas dengan Pelabuhan Utama di Asia
Layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar kini telah terhubung langsung dengan berbagai pelabuhan utama di Asia. Beberapa di antaranya mencakup:
- Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou di Tiongkok
- Haiphong dan Ho Chi Minh City di Vietnam
- Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, dan Kuching di Malaysia
- Singapura
- Laem Chabang di Thailand, Sihanoukville di Kamboja, serta Yangon di Myanmar
Konektivitas ini tidak hanya memperkuat posisi Batam sebagai pusat logistik, tetapi juga memberikan peluang bagi pengusaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan data yang menunjukkan pertumbuhan ini, TPK Batu Ampar siap untuk menjalani babak baru dalam sejarah logistik internasional.
