Optimasi SEO: Lapak Tuak di Citawa Beroperasi Selama Ramadhan hingga Lebaran Meski Ada Kibin Darurat Miras

Kasus lapak tuak yang beroperasi selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Lebaran di Citawa, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, menjadi perhatian khusus. Keberadaan lapak tuak ini sangat menggelisahkan, terlebih pada saat bulan suci dan hari raya ini.
Reaksi Aktivis Terhadap Kinerja Camat Kibin
Mengenai hal ini, para aktivis di Kecamatan Kibin menunjukkan reaksi yang kuat. Mereka menyoroti kinerja Camat Kecamatan Kibin yang diduga membiarkan peredaran minuman keras di wilayahnya.
“Lapak tuak di Citawa ini bukanlah hal baru. Jika pihak Kecamatan Kibin mengaku tidak tahu, itu sangat tidak masuk akal. Namun yang lebih mengherankan adalah tidak adanya tindakan yang diambil. Lalu apa fungsi Sat PolPP di sini?” ungkap Ansori pada Kamis (19/3).
Keberadaan Lapak Tuak di Citawa
Adanya penjualan minuman keras di Kecamatan Kibin, khususnya di wilayah Kampung Citawa, sangat disayangkan oleh masyarakat setempat. Bahkan selama bulan suci Ramadhan, peredaran minuman keras ini tetap berlangsung secara luas.
“Kami mendesak Bupati Serang untuk melakukan evaluasi terhadap Camat Kibin dan jajarannya. Mengapa peredaran minuman keras ini dibiarkan, apalagi saat ini adalah bulan suci Ramadhan dan menjelang Lebaran,” tegasnya.
Lapak Tuak di Citawa: Sebuah Kenyataan Pahit
Di wilayah Kampung Citawa, Kecamatan Kibin, terdapat beberapa warung yang diduga kuat menjual minuman keras jenis tuak. Keberadaan lapak tuak ini ternyata sudah lama beroperasi dan belum pernah ada tindakan yang diambil.
- Keberadaan lapak tuak di Citawa menjadi perhatian publik.
- Reaksi keras ditunjukkan oleh aktivis Kecamatan Kibin terhadap dugaan pembiaran peredaran minuman keras oleh Camat Kibin.
- Ansori, seorang aktivis, menyoroti fungsi Sat PolPP yang dinilainya tidak berfungsi dengan baik.
- Peredaran minuman keras di Kecamatan Kibin, khususnya di wilayah Kampung Citawa, masih berlangsung luas meski di bulan suci Ramadhan.
- Keberadaan lapak tuak di Citawa sudah lama beroperasi dan belum pernah ada tindakan yang diambil.
Menyikapi hal ini, masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pemerintah setempat untuk menutup lapak tuak di Citawa dan menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadhan serta menjaga keamanan menjelang Lebaran.



